“LIMA PULUH LIMA” ALASAN TERKENAL OLEH “SEANDAINYA”
Orang-orang yang tidak berhasil mencapai kesuksesan mempunyai suatu kebiasaan yang sama. Mereka mengetahui semua penyebab kegagalan dan mempunyai masalah yang mereka anggap adalah alasan yang tepat untuk menerangkan ketidak-suksesan mereka.
Setengah dari alasan ini adalah benar dan beberapa darinya adalah ditunjang oleh kenyataan. Tetapi alasan tidak boleh digunakan untuk memaafkan kegagalan. Salah satu tujuan hidup kita adalah mengejar kesuksesan, bukan mengejar “ALASAN”. Dunia ini hanya ingin tahu satu hal: “Sudahkah anda mencapai kesuksesan.”
Seorang penganalisa watak menyusun satu daftar alasan yang paling sering digunakan. Sementara anda membaca daftar ini, kajilah diri anda baik-baik dan tentukan berapa banyak dari alasan ini, jika ada, adalah milik anda, juga ingat falsafah terakhir yang dikemukakan dalam artikel ini menjadi setiap alasan ini tidak boleh dipakai.
1. Seandainya saya tidak kawin dan berkeluarga…
2. Seandainya saya punya cukup modal…
3. Seandainya saya punya uang…
4. Seandainya saya berpendidikan tinggi…
5. Seandainya saya punya kedudukan atau pekerjaan…
6. Seandainya saya berbadan sehat…
7. Seandainya saya punya cukup waktu…
8. Seandainya saya bernasib baik…
9. Seandainya orang lain dapat memahami saya lebih baik…
10. Seandainya lingkungandiriku lain coraknya…
11. Seandainya saya memperoleh kesempatan lagi…
12. Seandainya saya tidak menggubris saja apa yang orang katakan…
13. Seandainya kepadaku diberikan kesempatan yang lebih besar…
14. Seandainya ini juga orang membuka kesempatan bagiku…
15. Seandainya orang lain tidak ikut campur dalam urusanku ini…
16. Seandainya tak ada sesuatu yang menghalangiku…
17. Seandainya saya lebih muda usiaku…
18. Seandainya saya bisa melakukan apa yang saya kehendaki…
19. Seandainya saya dilahirkan dari keluarga kaya…
20. Seandainya saya sempat berkenalan dengan orang-oranbg yang cocok denganku…
21. Seandainya saya punyai bakat seperti yang dimiliki orang lain….
22. Seandainya saya berani bersikap tentang diriku…
23. Seandainya saya telah memanfaatkan kesempatan di masa yang lampau…
24. Seandainya orang lain tidak bikin saya bimbang…
25. Seandainya saya tidak mengurus rumah tangga dan mengawasi anak-anak…
26. Seandainya saya telah sempat menabung sejumlah uang tertentu…
27. Seandainya majikan saya menghargai saya…
28. Seandainya saya sempat mempunyai seorang pembantu…
29. Seandainya sanak keluargaku punya pengertian terhadap usahaku…
30. Seandainya saya hidup di dalam kota besar…
31. Seandainya saya sudah bisa lebih awal…
32. Seandainya saya punya cukup kebebasan…
33. Seandainya saya punya sejumlah karyawan…
34. Seandainya badan saya tidak terlalu gemuk…
35. Seandainya saya sempat mengetahui bakat saya sebelumnya…
36. Seandainya saya sempat punya waktu senggang…
37. Seandainya saya bisa lepas dari hutang-hutang saya…
38. Seandainya saya tidak mengalami kegagalan…
39. Seandainya saya sempat mengetahui bagaimana caranya melaksanakan hal itu sebelumnya…
40. Seandainya sejumlah orang tidak menentang saya…
41. Seandainya tidak terlampau banyak kesusahan yang menimpa diriku selama ini…
42. Seandainya saya menikah dengan pasangan hidup yang cocok…
43. Seandainya orang tidak terlampau kikir memberikan keterangan kepadaku…
44. Seandainya keluarga saya yakin benar akan diri saya…
45. Seandainya saya tidak bernasib sial…
46. Seandainya saya tidak dilahirkan di bawah perbintangan nasib yang jelek…
47. Seandainya tidaklah benar nasib itu sudah ditakdirkan sebelumnya…
48. Seandainya saya tidak perlu bekerja begitu keras…
49. Seandainya saya tidak kehilangan uangku…
50. Seandainya saya tinggal di lingkungan yang berbeda dengan yang sekarang ini…
51. Seandainya pengalaman hidupku dimasa lampau tidak begitu mengecewakan…
52. Seandainya saya punya usaha sendiri…
53. Seandainya………. (dan inilah dalih yang paling berat dari semuanya)……..
54. Seandainya
SAYA TELAH SEMPAT MENYADARI KEADAAN DIRIKU YANG SEBENARNYA SELAMA INI.
DAN INI ADALAH YANG PALING BESAR………….
SEANDAINYA SAYA MEMPUNYAI KEBERANIAN UNTUK MELIHAT DIRI SAYA SEPERTI SAYA YANG SEBENARNYA. SAYA AKAN DAPATI APA YANG SALAH DENGAN DIRI SAYA DAN MEMBETULKANNYA.
Orang-orang yang tidak berhasil mencapai kesuksesan mempunyai suatu kebiasaan yang sama. Mereka mengetahui semua penyebab kegagalan dan mempunyai masalah yang mereka anggap adalah alasan yang tepat untuk menerangkan ketidak-suksesan mereka.
Setengah dari alasan ini adalah benar dan beberapa darinya adalah ditunjang oleh kenyataan. Tetapi alasan tidak boleh digunakan untuk memaafkan kegagalan. Salah satu tujuan hidup kita adalah mengejar kesuksesan, bukan mengejar “ALASAN”. Dunia ini hanya ingin tahu satu hal: “Sudahkah anda mencapai kesuksesan.”
Seorang penganalisa watak menyusun satu daftar alasan yang paling sering digunakan. Sementara anda membaca daftar ini, kajilah diri anda baik-baik dan tentukan berapa banyak dari alasan ini, jika ada, adalah milik anda, juga ingat falsafah terakhir yang dikemukakan dalam artikel ini menjadi setiap alasan ini tidak boleh dipakai.
1. Seandainya saya tidak kawin dan berkeluarga…
2. Seandainya saya punya cukup modal…
3. Seandainya saya punya uang…
4. Seandainya saya berpendidikan tinggi…
5. Seandainya saya punya kedudukan atau pekerjaan…
6. Seandainya saya berbadan sehat…
7. Seandainya saya punya cukup waktu…
8. Seandainya saya bernasib baik…
9. Seandainya orang lain dapat memahami saya lebih baik…
10. Seandainya lingkungandiriku lain coraknya…
11. Seandainya saya memperoleh kesempatan lagi…
12. Seandainya saya tidak menggubris saja apa yang orang katakan…
13. Seandainya kepadaku diberikan kesempatan yang lebih besar…
14. Seandainya ini juga orang membuka kesempatan bagiku…
15. Seandainya orang lain tidak ikut campur dalam urusanku ini…
16. Seandainya tak ada sesuatu yang menghalangiku…
17. Seandainya saya lebih muda usiaku…
18. Seandainya saya bisa melakukan apa yang saya kehendaki…
19. Seandainya saya dilahirkan dari keluarga kaya…
20. Seandainya saya sempat berkenalan dengan orang-oranbg yang cocok denganku…
21. Seandainya saya punyai bakat seperti yang dimiliki orang lain….
22. Seandainya saya berani bersikap tentang diriku…
23. Seandainya saya telah memanfaatkan kesempatan di masa yang lampau…
24. Seandainya orang lain tidak bikin saya bimbang…
25. Seandainya saya tidak mengurus rumah tangga dan mengawasi anak-anak…
26. Seandainya saya telah sempat menabung sejumlah uang tertentu…
27. Seandainya majikan saya menghargai saya…
28. Seandainya saya sempat mempunyai seorang pembantu…
29. Seandainya sanak keluargaku punya pengertian terhadap usahaku…
30. Seandainya saya hidup di dalam kota besar…
31. Seandainya saya sudah bisa lebih awal…
32. Seandainya saya punya cukup kebebasan…
33. Seandainya saya punya sejumlah karyawan…
34. Seandainya badan saya tidak terlalu gemuk…
35. Seandainya saya sempat mengetahui bakat saya sebelumnya…
36. Seandainya saya sempat punya waktu senggang…
37. Seandainya saya bisa lepas dari hutang-hutang saya…
38. Seandainya saya tidak mengalami kegagalan…
39. Seandainya saya sempat mengetahui bagaimana caranya melaksanakan hal itu sebelumnya…
40. Seandainya sejumlah orang tidak menentang saya…
41. Seandainya tidak terlampau banyak kesusahan yang menimpa diriku selama ini…
42. Seandainya saya menikah dengan pasangan hidup yang cocok…
43. Seandainya orang tidak terlampau kikir memberikan keterangan kepadaku…
44. Seandainya keluarga saya yakin benar akan diri saya…
45. Seandainya saya tidak bernasib sial…
46. Seandainya saya tidak dilahirkan di bawah perbintangan nasib yang jelek…
47. Seandainya tidaklah benar nasib itu sudah ditakdirkan sebelumnya…
48. Seandainya saya tidak perlu bekerja begitu keras…
49. Seandainya saya tidak kehilangan uangku…
50. Seandainya saya tinggal di lingkungan yang berbeda dengan yang sekarang ini…
51. Seandainya pengalaman hidupku dimasa lampau tidak begitu mengecewakan…
52. Seandainya saya punya usaha sendiri…
53. Seandainya………. (dan inilah dalih yang paling berat dari semuanya)……..
54. Seandainya
SAYA TELAH SEMPAT MENYADARI KEADAAN DIRIKU YANG SEBENARNYA SELAMA INI.
DAN INI ADALAH YANG PALING BESAR………….
SEANDAINYA SAYA MEMPUNYAI KEBERANIAN UNTUK MELIHAT DIRI SAYA SEPERTI SAYA YANG SEBENARNYA. SAYA AKAN DAPATI APA YANG SALAH DENGAN DIRI SAYA DAN MEMBETULKANNYA.