"PANDANGAN SEORANG PRIBUMI TERHADAP ORANG CINA" by Aroganswift
Saya
seorang pribumi yg dulunya benci setengah mampus sama WNI keturunan
Cina. Tetapi setelah hidup di Amerika selama 10 tahun dan sekarang
bekerja di salah satu bank terbesar di dunia berpusat di New York City,
pandangan saya berubah dan mengerti mengapa Cina itu berbeda dengan
orang pribumi. Dan sebenarnya banyak sekali hal-hal yg kita tidak
mengerti tentang Cina, dan hal-hal ini sebenarnya harus kita ketahui dan
kita pikirkan lagi, karena hal-hal ini adalah sesuatu yg bisa kita
pakai untuk kepentingan bangsa sendiri dan utk memajukan bangsa sendiri.
Bukan saya bilang bahwa kita harus berubah jadi Cina, cuma kalau memang
bagus mengapa tidak ? Dan memang ada juga hal-hal buruknya, tetapi
semua bangsa juga punya hal yg buruk.
Marilah saya mulai pendapat saya tentang perbandingan antara WNI asli dan keturunan Cina :
1. Perbedaan2 nyata Setelah bekerja tiga tahun lebih dan punya teman
dekat orang bule dan orang Cina dari Shanghai di tempat kerja saya, saya
melihat banyak sekali perbedaan2, diantaranya :
A. DUIT
a) Si bule, kalo gajian langsung ke bar, minum-minum sampe mabuk, beli
baju baru, beli hadiah macam-macam untuk istrinya. Dan sisanya 10% di
simpan di bank. Langsung makan-makan di restoran mahal, apalagi baru
gajian.
b) Si Cina, kalau gajian langsung di simpan di bank,
kadang-kadang di invest lagi di bank, beli Saham, atau di bunga-in.
Bajunya itu2 saja sampe butut. Saya pernah tanya sama dia, duitnya yg di
simpen ke bank bisa sampe 75%-80% dari gaji.
c) Saya sendiri.
kalo gajian biasanya boleh deh makan-makan sedikit, apalagi baru gajian,
beli baju kalo ada yg on-sale (lagi di discount), beli barang-barang
kebutuhan istri, sisanya kira2 tinggal 15-20% terus di simpen di bank.
*** Kebanyakan di Amerika, orang Cina yang kerja kantoran (sebenarnya
Korea dan Jepang juga) muda-muda sudah bisa naik mobil bagus dan bisa
mulai beli rumah mewah. walaupun orang tuanya bukan konglomerat dan
bukan mafia di Chinatown. Malah mereka beli barang senangnya cash, bukan
kredit. Soalnya mereka simpan duitnya benar-benar tidak bisa di
kalahkan oleh bangsa lain. Kalau bule atau orang hitam musti ngutang
sampe tahunan baru bisa lunas beli rumah.
KERJAAN
a)
si bule, abis kerja (biasanya jam kerja jam 8 pagi - 6 sore) hari Senen
sampai hari Jumat (Sabtu dan minggu tidak kerja)) ke bar ato makan-makan
ngabisin gaji. Kalau di suruh lembur tiba-tiba, biasanya kesel-kesel
sendiri di kantor. Biasanya kalo hari Senen, si bule tampangnya kusut,
soalnya masih lama sampe hari Sabtu, pikirannya weekend melulu. Kalo
hari Kamis, si bule males kerja, pikirannya hari Jumat melulu. Terus
jalan-jalan gosip kiri kanan.
b) si Cina, abis kerja langsung
pulang ke rumah, masak sendiri, nggak pernah makan di luar (saya sering
ngajak dia makan, cuma tidak pernah mau, mahal katanya, musti simpan
duit, kecuali kalo ada hari-hari khusus). Kalau di suruh lembur tidak
pernah menolak, malah sering menawarkan diri untuk kerja lembur. Kalau
di suruh kerja hari Sabtu atau hari Minggu juga pasti mau. Kadang-kadang
dia malah kerja part-time (bukan sebagai pegawai penuh) di perusahaan
lain untuk menambah uangnya.
c) saya sendiri, kalau disuruh
lembur, agak malas juga kadang-kadang karena sudah punya rencana keluar
pergi makan sama teman-teman kantor. Kadang-kadang ingin sekali pulang
ke rumah karena di kantor melulu, cuma mau nggak mau mesti kerja (jadi
kesannya terpaksa, nggak seperti si Cina yg rela). Weekend paling malas
kalau musti kerja. *** Bos-bos juga biasanya suka sama orang Cina kalau
soal kerjaan. Mereka soalnya pekerja yg giat dan tidak pernah bilang
'NO' sama boss. Dapat kerja juga gampang kalau mukanya Cina, karena di
pandang sebagai 'Good Worker'. Atau pekerja giat. Jarang sekali, kecuali
penting sekali dia tidak bersedia kerja lembur. Dan kalaupun tidak
bersedia lembur, biasanya dia akan datang Sabtu atau Minggu, atau kerja
lembur besoknya.
B. RUMAH
a) Apartment si bule, wah
bagus sekali. gayanya kontemporari. Penuh dengan barang-barang perabotan
dan furniture mahal. Pokoknya gajinya pasti abis ngurusin apartment
dia.
b) Apartment si cina, wah ... kacau. Cuma ranjang satu, di
lantai saja. Meja butut, dan dua kursi butut. TV nya kecil sekali, TV
kabel saja tidak punya. Pokoknya sederhana sekali. Waktu saya tanya, dia
bilang 'bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.' daerahnya
pun bukan di daerah mahal, tempatnya di daerah kumuh dan kurang ada yg
mau tinggal.
c) Apartment saya sendiri, yah lumayan, cuma istri
saya suka juga merias rumah. Jadi apartment saya lumayan lah tidak
seperti punya si Cina. Saya benar-benar salut dia bisa hidup begitu.
Padahal duitnya di bank banyak. Gaji dia saja lebih tinggi dari saya
karena lebih lama di perusahaan tersebut. *** Setelah 10 taon, biasanya
si bule, orang item, masih tinggal di apartment atau baru ngutang beli
rumah, si Cina sudah bisa beli rumah sendiri. Karena nabung dengan
giatnya, dan cuma beli yg penting-penting saja. Jadi uangnya di
tabungkan sendiri. ***
Disini saja saya bisa lihat
perbedaan-bedaan nyata, saya pertama-tama pikir, wah si Cina ini pelit
amat. Masa duit banyak kayak begitu di simpan saja di bank. Dan kalau
kita banding-bandingkan dengan sejarah orang-orang Cina, kita akan tahu
kenapa mereka (Cina) itu dalam long-range nya (jangka panjang nya) lebih
maju dari pribumi di Indonesia, karena saya sempat bertukar pikiran
dengan beberapa teman lagi orang Cina lainnya, orang India, orang Arab,
orang Jerman, orang Amerika, dan orang Cina ini sendiri. Kita musti tau
sejarahnya orang Cina ini.
2. Perbandingan antara sejarah
kebudayaan Cina dan Indonesia JAMAN DULU Bangsa Cina adalah bangsa yg
bangga dengan bangsanya, karena kebudayaan Cina adalah salah satu
kebudayaan yg tertua di dunia, hampir setaraf dengan Mesopotamia dan
Mesir. Karena itu kebudayaan Cina itu benar-benar menempel di sanubari
nya. Susah sekali untuk melepaskan kebudayaan tersebut karena memang
betul kebudayaan mereka itu hebat, terus terang, kalau kita bandingankan
dengan kebudayaan kita (pribumi Indonesia) kita tidak bisa mengalahkan
kebudayaan orang Cina. Dan memang kebudayaan mereka sudah diakui dunia.
Menurut salah satu Journal of Archeology terkemuka di dunia, orang
Melayu itu unsurnya lebih banyak mengarah ke bangsa Mongol atau Cina.
Jadi bangsa Indonesia itu sebenarnya Cina, walaupun secara biologis dan
evolusis, ada unsur-unsur dari India dan Arab di darah orang pribumi.
Tetapi orang Indonesia (Melayu) itu sebenarnya genetik nya lebih dekat
ke orang Cina. orang Cina itu sudah dari dulu 4000 tahun hidupnya
diawang kesusahan terus (maksudnya rakyat kecilnya). Negara Cina dari
jaman dulu, katanya, sudah perang terus, rakyat kecil di siksa olah
pemerintahnya sendiri, dan pemerintahnya berganti-ganti terus. Orang
Cina bisa di bilang salah satu bangsa yang tahan banting. Sudah biasa
menderita, dan makin menderita, biasanya orang kan makin nekad dan makin
berani, jadi semua jalan di tempuh, namanya saja mau hidup, bagaimana.
Ini juga terjadi di Indonesia.
Karena negaranya sendiri, Cina,
banyak masalah, mereka imigrasi kemana-mana. Mereka ada di mana-mana,
teman saya orang item dari Nigeria dan Ethiopia (Afrika) bilang di sana
pun ada banyak orang Cina. Dan herannya. Cina-cina di Afrika pun sukses
dan bisa di bilang tidak miskin.
DI INDONESIA
Di
Indonesia sendiri, waktu saya masih tinggal di Jakarta, saya bisa
melihat perbedaan-perbedaannya, cuma waktu itu pikiran saya belum
terbuka. Saya pernah punya teman orang Cina di Senen buka toko kain. Di
sebelahnya persis ada pak Haji yg juga buka toko kain. Setelah dua
tahun, bisnis si Cina makin maju, dan si pak Haji sebelah akhirnya
bangkrut. Ternyata bukan karena si Cina main curang atau guna-guna si
pak haji. Ternyata itu karena si Cina, walaupun sudah untung, uangnya di
simpan dan di tabung saja, untuk mengembangkan bisnisnya lagi. Dan dia
dan istrinya makan telor ceplok saja Sedangkan si pak haji baru untung
sedikit sudah makan besar di restoran karena gengsi sama keluarga nya.
Nah bukannya si pak haji ini salah ? Bukannya kita bisa lihat sendiri
bahwa Cina ini pikirannya lebih maju lebih melihat ke depan dan lebih
tahan banting ? Saya kira ini adalah suatu hal yang bisa kita contoh
dari si Cina ini. Mungkin kita tidak usah terlalu pelit seperti dia,
tapi juga tidak usah gengsi-gengsian. Saya sudah bertemu dengan banyak
orang dari negara yg berbeda-beda dan satu hal yg benar-benar nyata
adalah orang yg TIDAK MEMBUAT KEPUTUSAN BERDASARKAN GENGSI biasanya
NEGARANYA MAJU. Coba saja lihat orang Hong Kong, orang Jepang, orang
Inggris, orang Amerika, orang Jerman dan orang Singapore, mereka sudah
MAJU sekali pemikirannya. Tidak seperti orang Indonesia. Kalau YA yah
sudah bilang YA, kalau TIDAK yah bilang TIDAK. Jadi tidak tidak ada yg
tidak enak hati. Kalau sudah lama tidak enak hati akhirnya berantem.
Orang Indonesia sayangnya gengsinya tinggi sekali, tidak mau mengaku
kalau memang salah atau harus merubah sesuatu yg jelek. Inilah
kelemahannya.
Part II Di mata Internasional bangsa Indonesia
sudah terkenal sebagai NAZI Jerman versi Asia Tenggara. Waktu perang
dunia ke II bangsa Jerman sedang miskin karena mereka kalah perang dunia
ke I, supaya rakyat tidak marah, si Hitler yg cerdik sengaja
menyalahkan orang Yahudi yg memang kaya dan menguasai ekonomi Jerman.
Dan orang Yahudi akibatnya di bantai dan tidak di perlakukan sebagai
warga negara sendiri. Padahal mereka juga sudah lama tinggal di Jerman
dan sudah merasa sebagai bangsa sendiri, walaupun mereka masih memegang
kebudayaan mereka yg tinggi, sama seperti Cina di Indonesia. Di
Indonesia anehnya, pribumi benci dengan Cina tetapi bukan dengan orang
Belanda atau orang Jepang. Kalau di pikir-pikir, si Cina itu tidak salah
apa-apa. Saya sebagai pribumi baru sadar akan hal itu. Belanda menyiksa
bangsa Indonesia dan menguras harta bumi kekayaan Indonesia selama 350
tahun dan setelah pergi meninggalkan penyakit yg paling bahaya dan
mendarah daging, yaitu korupsi, yg sampai sekarang juga menimbulkan
krisis ekonomi setelah 65 tahun merdeka rupanya penyakit ini bukannya
makin terobati, tetapi makan menusuk dan menular ke seluruh badan dan
mental bangsa Indonesia. Bangsa Jepang, cuma menguasai 3.5 tahun, tapi
menyiksa bangsa Indonesia lebih kejam dari bangsa lain. Karena kalah
perang, bangsa Jepang, yah mau tidak mau sekarang musti menguasai dunia
secara ekonomi tidak bisa lagi main angkat senjata. Anehnya kita sebagai
pribumi malah benci dengan Cina bukannya dengan Belanda atau Jepang.
Lucu sih. Semua bangsa lain (Korea, Cina, Burma, Vietnam, dan Afrika)
benci dengan bekas penjajahnya bukan penduduk sesama yg telah hidup
bertahun-tahun bersama-sama (yaitu Cina kalau di Indonesia). Salah apa
si Cina-cina ini, tidak salah apa-apa. Kenapa mereka kelihatannya buas
dalam bisnis, tamak, dan rakus ? kenapa ? Karena mereka selama tinggal
di Indonesia selalu di perlakukan sebagai orang luar dan di
anak-tirikan. Coba bayangkan kalau anda-anda jadi Cina, pasti Anda-anda
juga mau melindungi diri sendiri, siapa yg mau nggak makan besok ? atau
mati ? Yah, kalau begitu, mereka jadi cerdik, agak licik, mengambil
kesempatan dalam kesempitan, sampai akhirnya berhasil memegang ekonomi
Indonesia. Tapi mereka juga bekerja keras, JAUH ..... SANGAT JAUH LEBIH
KERAS DARI KITA YG PRIBUMI. Bukan cuma di Indonesia saja. orang Cina
sepertinya ditaruh dimana saja pasti sukses dan bekerja keras. Mereka
(Cina) tidak menyerah pada nasib, dan selalu INGIN MENJADI DUA KALI
LIPATKAN TARAF HIDUPNYA, kita yg pribumi, biasanya puas dengan
keberhasilan kita dan malas malasan karena merasa sudah diatas angin.
Bagi Cina2 ini tidak berlaku, mau setinggi apa juga, pasti bisa lebih
tinggi lagi. Kita saja yg bodoh, mau dengar omongan pemerintah yg
brengsek dan mengkambing hitamkan Cina. Karena mereka sendiri juga busuk
tetapi takut ketahuan. Jadi mereka menggunakan Cina sebagai tameng dan
kambing hitamnya. Gimana mau hidup sebagai negara yg maju coba ? Kalau
tidak bersatu. Negara yg maju harus bisa hidup dengan tentram satu sama
lain tidak perduli dengan warna kulit, agama, dan keturunan. Semuanya
musti diakui sebagai satu bangsa. Contohnya Amerika, mau cari orang dari
mana saja ada. Cuma mereka bersatu, dan mereka sadar tiap orang punya
kejelekan masing-masing. Cuma tidak digembar-gemborkan, tapi dibicarakan
dan dirubah. Yg bagus nya diambil, dan dipakai bersama-sama untuk
memajukan negara. Tidak segan-segan, atau gengsi, kalau gengsi-gengsi
maka tidak akan maju. Harus open (terbuka) dan mau menerima kesalahan
dan musti mau berubah."
Tulisan diatas ditulis oleh seorang
kawan saya orang asli Indonesia yg sekarang berada di USA. Karena tidak
muat dipost jadi 1 page dan tidak mau merubah originalitas tulisan ini,
saya pecah jadi 2 post. temen2 .. coba deh di renungkan lagi .. apa
belum cukup pertentangan yg terjadi di bangsa kita? bangsa kita sudah
cukup lemah. Mestinya kita bersatu utk semakin kuat. Bukan malah perang
saudara.Bukan kah terroris sudah cukup memanfaatkan kelemahan bangsa
ini? Mengapa terus saling bunuh? saling cemoh? dsb. BUKA lah mata kalian
lebar2.
Lihat siapa yg sebenarnya BENAR. dan siapa yg sebenarnya SALAH!?
Coba deh di pikir lagi. Simak bagus kata-kata nya saudara ku ...
► Kami datang belakangan , awalnya banyak dari kami yang datang dalam
kemiskinan, Sudah banyak yang tiba lebih dulu sejak Generasi nenek
moyang nya .
► Kami duduk di bawah terik matahari menunggu
dagangan kami, di saat ada orang lain datang meminta bagian untuk uang
"keamanan"
► Kami mengayuh sepeda berjualan bakpao di saat orang lain sedang menikmati makanan kesukaan nya.
► Kami menghitung berapa kuat kami bisa menanggung beban dan berapa yg
bisa kami tabung, di saat orang lain menghitung berapa banyak uang yg
akan di belanjakannya.
► Kami berusaha dan mencari peluang
yang bisa menghasilkan uang, ketika orang sedang mencari barang apa yang
bisa di beli dengan uang nya.
► Kami rajin berhubungan dengan
banyak orang agar kami lancar mencari makan, ketika yg lain sedang enak
menikmati hidangan makan malam di meja nya.
► Kami berani
menanggung resiko atas pinjaman2 dengan bunga tinggi, di saat banyak
orang merasa berpuas diri akan penghasilan rutin nya.
► Kami rela makan nasi sekali sehari demi masa depan, di saat semua orang menuntut makan 3 kali sehari.
► Kami mengirit dan rela menggunakan pakaian ala kadarnya, di saat
banyak orang menggunakan pakaian mewah buatan Perancang & Butik
terkenal
Setelah berpuluh Tahun sang waktu berlalu ....
► Kami menikmati apa yang telah kami perjuangkan, di saat itu ada yang
mengumpat dan berkata " sialan, lu nguasain negara gueee "
► Kami menikmati liburan untuk melihat indahnya alam ciptaan Tuhan, di saat orang-orang ribut akan kenaikan harga sembako.
► Kami bersyukur atas hasil kerja keras kami, di saat banyak orang
sedang sibuk mengutuki negeri ini dan berdemo anarkis merusak negeri
ini.
► Kami berjalan menyisir pantai, menikmati tenggelamnya
matahari, ketika orang lain melihat matahari tenggelam dari jendela
masih di tempat kerjanya.
► Kami sangat bersyukur karena
anak-anak kami bisa melanjutkan pendidikan, ketika orang lain banyak
yang pusing memikirkan bagaimana menyekolahkan anaknya.
► Kami
menikmati dan bercerita tentang bagaimana indahnya hidup ini, ketika
orang bercerita tentang susah dan pahitnya hidup ini.
► Kami sudah berpikir besok mau makan apa, ketika banyak orang berpikir apa besok bisa makan.
► Saat kami menikmati puncak kesuksesan, ada sebagian orang menyalahkan kami atas kemiskinan yang mereka alami.
► Saat kami masuk ke pintu ruang pabrik kami, ada yang datang minta
bagian atas apa yang telah kami perjuangkan. Kami tahu sebagian orang
menganggap kami ini hanya pendatang, tapi kami tahu bagaimana membuat
hidup ini menjadi lebih berarti dan di hargai, kami telah tunjukkan
bagaimana kami berjuang lebih keras dalam hidup ini.
► Kami
tahu sebagian orang menganggap kami ini hanya numpang, tapi kami telah
tunjukkan bahwa kami bukan penumpang gelap yang tak membayar, kami telah
tunjukan bahwa kami juga adalah pejuang yang gigih dan kami adalah
penurut, banyak dari kami juga ikut berjuang bahu membahu dengan para
pejuang lain.
► Kami ini adalah keturunan pengusaha ulet yang
menganggap uang bukan jatuh dari langit, tapi harus di bayar dengan
keringat dan kadang dengan air mata maupun darah. Tapi ada yang
mengutuki kami, mengapa negeri ini penuh dengan keturunan kami yang
sukses, Ada yang tidak senang dan mengiri akan kesuksesan kami. Bukan
kami menjauhkan diri kami dan anak kami dari pergaulan, tapi karena kami
hanya ingin agar anak2 kami lebih terjaga.
► Kami bukannya
sombong dan kami sama sekali bukanlah orang yang pembenci sesama, tapi
kami hanya ingin hidup seperti apa yang nenek moyang kami ajarkan, "
JANGAN PERNAH MEMINTA, TAPI BERUSAHALAH " Bukan kami tak mencintai
Negeri ini, percayalah Hati kami telah tertaut dan milik Negeri ini.
► Kami ini di takdirkan lahir di Negeri ini, mencari hidup dan ingin
mati di negeri ini. Tapi ada sebagian orang yang membenci kami dan
bahkan ingin menyakiti kami.
Percayalah kami ini hanya berkorban, kami hanya berbuat yang terbaik untuk anak-cucu kami.
► Kami ini berjuang dari kemiskinan untuk mencapai kemakmuran.
► Kami ini tidak pernah meminta semua itu dengan gratis.
► Kami membayar apa yang harus kami bayar.
► KAMI KETURUNAN TIONGHOA, KAMI BANGGA Meski kami kenyang tapi kadang
tidur kami tak nyenyak, kami dalam ketakutan, Takut di serbu dan kembali
di sakiti, Sering kami di hantui mimpi buruk, Rumah dan harta bisa
hilang , Bahkan Nyawa pun bisa melayang. Kadang kami merasa berdiri di
atas Bom Waktu yang bisa meledak setiap sa’at.
► Kami telah terlahir di Indonesia, kebanggaan dan Tumpah Darah kami tentulah INDONESIA.
► Jangan tanya Tuhan kenapa kami di lahirkan disini,
► Jangan lagi bicara sipitnya mata kami,
► Jangan lagi bicara kuningnya kulit kami,
► Jangan lagi masalahkan kesukuan kami,
► Jangan lagi ada rasa curiga
► Jangan lagi ada rasa permusuhan
► Jangan lagi ada rasa kebencian
Karena Tumpah Darah kami tetaplah INDONESIA,
Karena Minum kami adalah air INDONESIA,
Makan kamipun juga nasi INDONESIA, Maka Darah kami pastilah juga Darah INDONESIA.
Sekarang ….. Zaman telah berganti, penguasa juga telah datang dan pergi.
Sekarang ….. Kita lupakan masa lalu yang menyeramkan dan sangat kelabu.
Sekarang ….. Jangan lagi ada Tragedi yang menyayat banyak hati.
Sekarang ….. Sa’atnya kita lupakan dan hilangkan masalah kesukuan.
Sekarang ….. Sa’atnya kita semua bersatu padu membangun Negeri.
Sekarang ….. Sa’atnya kita angkat Negeri tercinta ini dari kemiskinan.
Sekarang ….. Sa’atnya kita galang semangat Persatuan dan Kebersamaan.
Sekarang ….. Sa’atnya kita kembangan bersama wawasan Kebangsaan kita.
PANCASILA dan BHINEKA TUNGGAL IKA Best Regards. benernya bangsa kita
kalo mau maju ini cepet kok. Semua kekayaan alam yg luar negri mesti
import .. kita semua punya disini .. rakyat kita banyak sekali. jika di
bandingkan dgn Australia atau Singapore .. kita mestinya jauh lebih
maju. Utk negara singapore, air mineral saja mesti import dari negara
Malaysia. Dan Australia negaranya sangat kering. kekurangan air bersih.
makanya tahun lalu bisa terjadi kebakaran besar di sana kalo agan2 semua
menyimak berita. Tapi kenapa kedua negara ini bisa lebih kaya dari
negara kita? Negara kita sangat subur. Kaya kekayaan alam. Rakyat nya
sangat bnyk. dan dari sana jg banyak lahir orang2 pintar. Tapi sayang
negara ini tidak menghargai itu semua dan memanfaatkan nya utk "kantong"
pribadi saja. Jadi sebenarnya pihak mana yg harusnya di salahkan?
Melihat rakyatnya jauh di bawah garis standart hidup. sedangkan
pemerintah nya kerja nya tidak jelas apa. Yg kita tahu korupsi nya saja
tidak abis2. Perbedaan ini yg terlalu jauh mencolok. Semestinya rakyat
berontak utk hal ini. Kaum Cina tidak ada hub nya dgn ini. Karena kaum
Cina tidak ada 1% yg duduk di bangku pemerintahan. Penduduk Indonesia
lebih dari 250juta jiwa saat ini dan hampir 30% nya terpusat di DKI
Jakarta. Macet tidak ada habis nya dan tidak dapat di hindari. Apabila
terus seperti ini dan pemerintah tidak ambil andil serius .. maka dpt di
pastikan 2015 Jakarta akan lumpuh total. Percuma beli mobil seharga 2
milyar pun kalo gak bisa gerak. Kota penuh dgn sepeda motor dan angkot
yg penuh polusi. Mengapa bisa demikian? Tanyakan ke pemerintah kita. Ga
ada hub nya dgn orang Cina. Coba lirik ke negara Australia .. kalo ada
yg pernah kesana .. bisa tiduran di jalanan malah saking kosong nya. 1
kota Sydney itu cuma 6 juta jiwa penduduk nya. Australia secara
keseluruhan cuma 25 juta jiwa, dan itu pun terbagi rata. Karena
pemerintah nya bisa mengatur. Dan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat
nya pun di perhatikan. Tidak ada yg hidup di bawah standart. Maka dari
itu mata uang mereka terus naik dan sekarang hampir menyamai US dollar.
Sedangkan Indonesia bagaimana? Di lihat dari segala aspek memang negara
kita menang. Tapi apabila terus begini lama2 negara kita di beli orang
secara tidak langsung gan. Bayangkan saja hasil bumi seperti batubara
saja masa punya perusahaan swasta? Ya mereka keruk saja terus utk
keuntungan pribadi dan jual ke luar negri. Nanti kalo sudah habis ya
sudah. Terlalu bnyk kesalahan di negeri ini.
Kita seharusnya pikir flashback utk merenung. Dan coba liat secara global utk dapat maju.
Maaf apabila saya ada salah kata.
Salam.
NOTE :
:: Kisah ini di tulis sudah pada thn 2010, jadi mohon di maklumi jika
ada data statistik yang tidak sesuai pada saat Anda membaca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar