Logo Design by FlamingText.com
Logo Design by FlamingText.com

Senin, 27 Januari 2014

Rahasia 90-10



Apa Rahasia 90/10?

10% kehidupan dibuat oleh hal-hal yang terjadi terhadap kita.
90% kehidupan ditentukan oleh bagaimana kita bereaksi / memberi respon.

Apa artinya?
Kita sungguh-sungguh tidak dapat mengontrol 10% kejadian-kejadian yang menimpa kita.
Kita tidak dapat mencegah kerusakan mobil. Pesawat mungkin terlambat, dan mengacaukan seluruh jadwal kita.
Seorang supir mungkin menyalip kita di tengah kemacetan lalu-lintas.
Kita tidak punya kontrol atas hal yang 10% ini.

Yang 90% lagi berbeda. Kita menentukan yang 90%!
Bagaimana? Dengan reaksi kita. Kita tidak dapat mengontrol lampu merah, tapi dapat mengontrol reaksi kita.
Jangan biarkan orang lain mempermainkan kita, kita dapat mengendalikan reaksi kita!

Mari lihat sebuah contoh.
Engkau sedang sarapan bersama keluarga. Adik perempuanmu menumpahkan secangkir kopi ke kemeja kerja mu. Engkau tidak dapat mengendalikan apa yang telah terjadi itu.

Apa yang terjadi kemudian akan ditentukan oleh bagaimana engkau bereaksi. Engkau mengumpat. Engkau dengan kasar memarahi adik mu yang menumpahkan kopi.
Dia menangis. Setelah itu, engkau melihat ke istri mu, dan mengkritiknya karena telah menaruh cangkir kopi terlalu dekat dengan tepi meja.
Pertempuran kata-kata singkat menyusul.
Engkau naik pitam dan kemudian pergi mengganti kemeja.
Setelah itu engkau kembali dan melihat adik perempuan mu sedang menghabiskan sarapan sambil menangis dan siap berangkat ke sekolah. Dia ketinggalan bis sekolah.
Istrimu harus segera berangkat kerja. Engkau segera menuju mobil dan mengantar adik mu ke sekolah.
Karena engkau terlambat, engkau mengendarai mobil melewati batas kecepatan maksimum.
Setelah tertunda 15 menit karena harus membayar tilang, engkau tiba di sekolah.
Adikmu berlari masuk. Engkau melanjutkan perjalanan, dan tiba di kantor terlambat 20 menit, dan engkau baru sadar, bahwa tas kerjamu tertinggal.
Hari-mu begitu buruk.
Engkau ingin segera pulang. Ketika engkau pulang, engkau menemukan ada hambatan dalam hubungan dengan istri dan adikmu.

Kenapa?
Karena reaksimu pagi tadi.

Kenapa hari mu buruk?
a) Karena secangkir kopi yang tumpah?
b) Kecerobohan adikmu?
c) Polisi yang menilang?
d) Karena dirimu sendiri?

Jawaban-nya adalah D.

Engkau tidak dapat mengendalikan tumpahnya kopi itu.
Bagaimana reaksi-mu 5 detik kemudian itu, yang menyebabkan hari mu menjadi buruk.

Ini yang mungkin terjadi jika engkau bereaksi dengan cara yang berbeda.

Kopi tumpah di kemejamu. Adikmu sudah siap menangis. Engkau dengan lembut berkata "Tidak apa-apa sayang, lain kali kamu lebih hati-hati ya".
Engkau pergi mengganti kemejamu dan dan tidak lupa mengambil tas kerjamu.
Engkau kembali dan melihat adikmu sedang naik ke dalam bus sekolah.
Istrimu menciummu sebelum engkau berangkat kerja.
Engkau tiba di kantor 5 menit lebih awal, dan dengan riang menyalami para karyawan.
Atasanmu berkomentar tentang bagimana baiknya hari ini buat mu.

Lihat perbedaannya. Dua skenario yang berbeda.
Keduanya dimulai dari hal yang sama, tapi berakhir dengan berbeda.

Kenapa?
Karena REAKSI kita.

Sungguh kita tidak dapat mengontrol 10% hal-hal yang terjadi.
Tapi yang 90% lagi ditentukan oleh reaksi kita.

Kekuatan Impian


Impian menjadikan manusia penuh vitalitas dalam bekerja. Impian itu sendiri sebenarnya merupakan sumber energi menghadapi tantangan yang tidak gampang. Menurut Anais Nin, (Hidup ini mengerut atau berkembang sesuai dengan keteguhan hati seseorang). Ada 4 tip sederhana guna menjadikan impian sebagai sumber energi kita yaitu disingkat dengan kata PLUS, yaitu; Percaya, Loyalitas, Ulet dan Sikap Mental Positif.


Tip pertama adalah Rasa Percaya menjadikan seseorang pantang menyerah, meskipun mungkin orang lain mengkritik atau menghalangi. Kepercayaan itu juga membentuk kesadaran bahwa manusia diciptakan di dunia ini sebagai pemenang.

Tip yang kedua adalah Loyalitas atau fokus untuk merealisasikan impian. Untuk mendapatkan daya dorong yang luar biasa, maka tentukan pula target waktu.

Tip yang ketiga adalah ulet. Sebuah impian menjadikan seseorang bekerja lebih lama dan keras.

Tip yang ke empat adalah sikap mental positif.

Seseorang yang mempunyai impian memahami bahwa keberhasilan memerlukan pengorbanan, kerja keras dan komitmen, waktu serta dukungan dari orang lain. Oleh sebab itu, mereka selalu bersemangat mengembangkan kemampuan tanpa henti dan mencapai kemajuan terus menerus hingga tanpa batas. Impian yang sudah menjadi nafas kehidupan merupakan daya dorong yang luar biasa.

Impian Menjadikan Kehidupan Manusia Lebih Mudah Dijalani

Impian menjadikan manusia lebih kuat menghadapi segala rintangan dan tantangan. Sebab impian dapat menimbulkan kemauan keras untuk merealisasikannya. Para pencipta puisi Belanda atau Dutch Poet's Society mengatakan (Nothing is difficult to those who have the will), tidak ada sesuatupun yang sulit selama masih ada kemauan.

Bob William mampu berlari dengan menggunakan kedua tangan. Ia tidak merasakan sakit di tangannya. Sebab sebuah tujuan yang berarti menjadikan segala sesuatu dapat dilakukan dengan mudah dan menyenangkan.

Kunci kebahagiaan adalah mempunyai impian. Sedangkan kunci kesuksesan itu sendiri adalah mewujudkan impian. George Lucas mengatakan, (Dreams are extremely important. You can't do it unless you imagine it), impian sangatlah penting. Kau tidak akan dapat melakukan apa-apa sebelum kau membayangkannya.

Jadi jangan takut memimpikan sesuatu. Jadikan impian tersebut sebagai nafas kehidupan. Sebab impian yang kuat justru menjadikan perjuangan yang berat saat menggapainya sebagai sarana latihan mengoptimalkan kekuatan-kekuatan yang lain, misalnya kekuatan emosi, fisik, maupun rohani.*

Masa sulit tidak pernah berakhir, tetapi manusia yang ulet akan berhasil mengatasinya.

Delapan kebohongan ibu selama hidupnya


Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.


Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata: "Makanlah nak, aku tidak lapar" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sendokku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :"Minumlah nak, aku tidak haus!" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : "Saya punya duit" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku "Aku tidak terbiasa" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : " Terima kasih ibu !"

Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.

Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita.

Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari orang tua kita?
Cemas apakah orang tua kita sudah makan atau belum? Cemas apakah orang tua kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi..

Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi orang tua kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian hari.

Mama Baik Sekali

Toet... Toet... Toet... !!

Dito melongok dari jendela. Wow... tukang cendol menyembunyikan klakson di pikulannya.

"Ma... aku mau cendol!!" teriak Dito.

"Tidak usah, Dit. Mama buatkan saja ya," kata Mama.

"Ma, aku mau cendol! Ituuu!" kata Dito dengan galak.

"Dit, nanti Mama buatkan cendol yang lebih enak dari buatan abang itu," bujuk Mama.

Dito cemberut.
"Aaahhh... Mama jelek!" gerutu Dito.

Mama kaget. Tetapi, Mama kemudian terseyum.
"Dito paling ganteng di dunia!" ucap Mama lembut.

Mata Dito berkaca-kaca.
"Mama pelit! Dito enggak sayang Mama!" gerutu Dito lagi.

"Menurut Mama, Dito baik sekali. Mama sayaaang sekali sama Dito," ujar Mama sambil terseyum. "Saking sayangnya sama Dito, Mama tidak mau Dito jajan sembarangan. Mama takut cendol tadi kurang bersih. Kalau Dito sakit gara-gara makan cendol, wah.... Mama pasti sedih sekali," bujuk Mama.

"Pokoknya Mama jelek! Mama pelit! Mama jahat!" Dito berteriak. Ia berlari ke kamar dan membanting pintu.

Sore harinya, Papa masuk ke kamar Dito. Papa membawa segelas cendol.

"Mau?" tanya Papa
Dito mengangguk. Ia menyendok cendol dari gelas Papa. Sedaaap!
"Mama yang buat. Enak?" tanya Papa

Dito menunduk. Hm... tadi Dito sudah berkata kasar pada Mama.
Ah, Mama masuk ke kamar membawa segelas cendol lagi.

Dito segera bangun dari tempat tidur.
Ia cepat-cepat memeluk Mama.
"Ma, maafkan Dito, Mama baik sekali!" kata Dito.

"Lho, bukannya Mama Dito itu jelek, pelit dan jahat?" goda Papa.
"Ssst..." Mama mengedipkan mata pada Papa. "Ayo ah, semua keluar dari kamar. Makannya di teras saja," kata Mama lagi.

--------------------------------------------

Dari cerita seperti di atas. Apakah Anda sewaktu kecil pernah mengalami seperti cerita yang di atas?
Saya yakin itu pasti pernah, cuman tidak teringat lagi. Selagi orang tua kita masih ada, segeralah meminta maaf kepada orang tua kita, sebelum mereka meninggalkan kita selama-lamanya...

Maafkan aku Ibu....

Jari Tangan


Tuhan menciptakan manusia lengkap dengan anggota tubuhnya. Sewaktu Tuhan membuat jari tangan, kelima jari tersebut bertengkar hebat......


JEMPOL : DIAM SEMUA!!! SAYA YANG BERHAK MENJADI PEMIMPIN!!!!!!
JARI2 YANG LAIN : BEGITU....... COBA BERIKAN ALASAN YANG TEPAT !!!!!
JEMPOL : KARENA.... SAYA YG PALING BESAR DARI KALIAN SEMUA DAN PALING GEMUK. APABILA JARI SAYA DIACUNGKAN KE ATAS ATAUPUN KE BAWAH, SAYA LAH YANG BERHAK MENENTUKAN MANUSIA ITU PINTAR ATAU bermasalah

WAHHHHH......... MEREKA BERTENGKAR LAGI DAN ADU MULUT.... AKHIRNYA TELUNJUK BERTERIAK....

TELUNJUK : STOP!!!!STOP!!!!STOP!!!! AWAKLAH YANG BERHAK JADI PEMIMPIN
JARI2 YANG LAIN : OH YA.... MENGAPA?
TELUNJUK : BUODOH AMUATTTT!!!! KALIAN LIHAT,MANUSIA SELALU MEMAKAI AWAK SEBAGAI PENUNJUK ARAH, BIAR MEREKA MAU KE KIRI, KE KANAN, KE BAWAH, KE ATAS...
BUUEETULLL TAK????

JARI2 YANG LAIN : HUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU...............
MEREKA SAMBUNG BERTENGKAR LAGI......................

JARI TENGAH : DIAMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM!!!!!!! I AM THE ONE!!!!!
JARI2 YANG LAIN : KAMUUUUUUUUUUUU????????????
JARI TENGAH : YEAHHHHH.......... (SO PROUD....)
JARI2 YANG LAIN : BERIKAN KAMI ALASAN???
JARI TENGAH : OK... YOU ALL SEE HAR.... OPEN YOUR EYES BIG...BIG... BIG.... & COME...COME... STAND
BESIDE ME.... YOU ALL SEE... SEE!!!! SEE!!!! I AM THE TALLEST ONE FROM ALL OF YOU, YOU KNOW!!!!! YOU ALL BETTER QUIT LAHHHH....

JARI2 YANG LAIN : HAHHHHHHHH....... SO THIN ONE!!! BUUUU...BUUUUU.....
WAHHHHHHHH...... KALI INI SEMUA DAH AMBIL ANCANG2 SILAT LHO.........

JARI MANIS : EIIIIIITTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT..... HAIYYYYAAAA.... TAK USAH BERTENGAKALLLLLL LAGI
LAHHH... HAIYOOOOO.......
JARI2 YANG LAIN : APA-APAAN LAGI KAMU?
JARI MANIS : HAIYAAAAA..... LU OLANG LIHAT HOR, WA INI PALING YU CHIEN LOR... (KAYA). MANUSIA...MANUSIA HARR... TIAP-TIAP BELI EMAS, SELALU KASIH AMA SAYA LORRRR.....
LEBIH BAIK WA YANG JADI TAU KE (PEMIMPIN) LOH...... HAIYA.... TAK USAH LIBUT-LIBUT LAH....

JARI2 YANG LAIN : KITA SEMUA TAK NGERTI YOU BICARA APA, APA ITU HAIYA.....HAIYA.... ??

WAAHHHHHHHH..... MAKIN SERU BERTENGKARNYA.... TIBA-TIBA......

JARI KELINGKING : pssssttt....pssssttt....psssttttt.... tuan-tuan.....
JARI2 YANG LAIN : SIAPA ITU?
JARI KELINGKING : me, TUAN-TUAN......
JARI2 YANG LAIN : KAMUUUUUU!!!!! APAAN KAMU? UDAH KECIL TAK TAU DIRI....
JARI KELINGKING : boleh I bicara tuan-tuan????
JARI2 YANG LAIN : APA!!!!APA!!!APA!!!
JARI KELINGKING : like this tuan-tuan.... if tuan-tuan see manusia... when mereka go to kuil-kuil pai thi kong (menyembah dewa) when they gabungkan tangan kiri-kanan mereka sambil pai-pai (menyembah-nyembah), tuan-tuan see har.. I berdiri paling in front dari tuhan-tuhan loh... so leh.... I yang paling dekat with God loh..... JADI...... I BOLEH JADI PIMIMPIN LHO...................

NAHHHHH..... KALI INI SEMUA DAH KELUARKAN SENJATA-SENJATA MASING-MASING....
SAMPAI AKHIRNYAAAAAAAAAA...........................
TUHAN DATANG.........

TUHAN : WAHAI SEMUA JARI-JARI TANGAN. JANGANLAH ENGKAU BERTENGKAR LAGI. SAYA MENCIPTAKAN KALIAN BERLIMA SUPAYA KALIAN DAPAT MEMBANTU MANUSIA-MANUSIA DI DUNIA UNTUK MELAKUKAN PEKERJAANKU. HENDAKLAH KALIAN BERSATU SEMUA, BIARPUN ADA YANG PENDEK, TINGGI, GENDUT, KECIL, ATAUPUN KURUS. SEJAK SAAT ITU, JARI-JARI TANGAN TIDAK PERNAH BERTENGKAR LAGI. MEREKA SEMUA BERSATU DAN BEKERJASAMA ANTARA SATU DENGAN YANG LAIN.

Nah teman-teman, dari cerita di atas, bisakah kalian membayangkan kalau sampai hari ini jari-jari tangan kita masih aja terus bertengkar. Bisakah kita menggunakan jari kita untuk makan, menulis, mengetik, menghitung, beribadah kepada Tuhan, dan lain sebagainya. Tetapi kalau bersatu, kita bisa menggunakan tangan kita untuk melakukan apa saja dan lebih kuat dari apapun. Yang terpenting adalah kita menggunakannya kepada hal yang benar.

Pernahkah kalian mendengar pepatah " BERSATU KITA TEGUH, BERCERAI KITA RUNTUH". Menurut kalian benarkah pepatah ini? Saya yakin kalian semua pasti setuju. Jadi teman-teman hendaknya kita semua bersatu. Jangan tercerai-berai. Kita beri semangat dan dorongan kepada semua orang, baik melalui email, phone, ataupun yang lainnya.

Kesempatan yang telah kalian ambil, janganlah dibuang begitu saja. Yang penting adalah kita harus sabar, gigih dan pantang mundur. Tidak ada kehidupan di dunia ini yang berjalan mulus tanpa adanya tantangan. Pasti ada gelombangnya. Yang penting adalah kita harus gigih dan tetap maju serta meminta bantuan dari Tuhan.

Kita semua berasal dari latar belakang, ras yang berbeda. Tetapi kita semua pasti mempunyai IMPIAN. BENAR TIDAK? Masalahnya adalah.... kapan IMPIAN kalian baru bisa terwujud kalau kita tidak mulai mengambil langkah.

Apabila seorang bayi dilahirkan, pertama-tama dia harus belajar membalikkan badan, kemudian setelah ada tulang yang kuat, dia mulai belajar menegakkan kepalanya. Setelah itu, dia belajar mendengar suara, belajar merangkak, kemudian belajar berjalan. Setelah belajar berjalan barulah dia belajar berlari. Tetapi selama proses itu, pastilah bayi tersebut ada jatuh beberapa kali dan kemudian bangkit lagi. Bukankah kehidupan juga seperti itu? Pastilah segala sesuatu harus dimulai dari awal. Apabila ada gelombang, satu2nya yang harus kita lakukan adalah kita harus berusaha melewatinya. Sampai akhirnya kita baru bisa mencapai apa yang kita impikan selama ini.

Teman-teman, kita hidup cuma satu kali. Kehidupan itu selalu berjalan. Waktu yang sudah lewat tidak bisa diputar kembali. Gunakanlah waktu kita sebaik-baiknya dengan melakukan hal yang berguna dan empunya di mata Tuhan.

Manajemen Kemarahan

Kemarahan adalah suatu kondisi dimana lidah bekerja lebih cepat daripada pikiran.
Anda tak bisa mengubah masa lalu, tetapi dapat menghancurkan masa kini dengan mengkhawatirkan masa depan.
Kasihilah … maka Anda akan dikasihi.
Tuhan selalu memberikan yang terbaik pada mereka yang menyerahkan pilihannya pada Dia.
Semua orang tersenyum dalam bahasa yang sama.
Rangkulan adalah pemberian yang besar … satu cocok untuk semua. Ini dapat diberikan di setiap kesempatan dan mudah dipertukarkan.
Setiap orang memerlukan kasih … khususnya mereka yang tidak pantas menerimanya.
Ukuran kekayaan seseorang adalah seberapa banyak yang telah ia investasikan untuk kehidupan kekalnya.
Tertawa ceria adalah sinar matahari Tuhan.
Segala sesuatu memiliki keindahan tetapi tidak semua orang bisa melihatnya.
Adalah penting bagi para orang tua untuk hidup sesuai dengan yang diajarkannya.
Berterimakasihlah pada Tuhan untuk segala sesuatu yang telah Anda miliki, PERCAYAKAN pada Tuhan segala sesuatu yang Anda perlukan.
Bila Anda mengisi hati Anda dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan, Anda tak memiliki hari ini untuk Anda syukuri.
Memori indah tak pernah lekang … hidupkan kembali sesering Anda mau.
Manusia melihat pada tampilan di luar tetapi Tuhan melihat tampilan di dalam.
Pilihan yang Anda berikan hari ini biasanya akan berpengaruh pada hari esok.
Beri waktu untuk tertawa karena itu adalah musik untuk jiwa.
Bila seseorang berbicara buruk tentang Anda, berlakulah sedemikian hingga tak ada orang yang percaya.
Kesabaran adalah seperti bila Anda melambatkan mobil Anda sementara Anda ingin menginjak pedal gas.
Kasih akan diperkuat bila dikerjakan bersama dengan konflik.
Hal terbaik yang orang tua dapat lakukan untuk anak-anak mereka adalah dengan saling mengasihi.
Kata-kata kasar tidak kan mematahkan tulang tetapi akan meremukkan hati.
Untuk keluar dari kesulitan, biasanya orang harus melewatinya.
Kasih adalah satu-satunya hal yang dapat dibagi tanpa berkurang.
Kebahagiaan dapat dipertinggi oleh orang lain tetapi tidak bergantung pada orang lain.
Untuk setiap menit Anda marah pada seseorang, Anda kehilangan 60 detik kebahagiaan Anda yang tak akan Anda peroleh kembali.
Kerjakan yang Anda bisa, untuk mereka yang Anda bisa, dengan apa yang Anda miliki, dan dimana Anda berada.


Pemberian terbaik yang dapat Anda berikan adalah:
Untuk teman Anda – loyalitas;
Untuk musuh Anda – pengampunan;
Untuk majikan Anda – pelayanan;
Untuk anak Anda – teladan yang baik;
Untuk orang tua Anda – terimakasih dan kepatuhan;
Untuk pasangan Anda – kasih dan kesetiaan;
Untuk seluruh manusia – amal Anda;
Untuk Tuhan – hidup Anda.

Ah... sumimasen, gomen nasai...,

Suatu hari seorang nenek berjalan terseok-seok di jalan trotoar yang sempit. Nenek itu menengok ke sebuah toko di sebelah kanan jalan sambil mendorong kereta belanjaan yang telah dipenuhi isi. Entah dia sadari atau tidak, tiba-tiba seorang pemuda sedang berusaha melewatinya. Tapi karena sempitnya trotoar, ditambah lagi dengan kereta dorongnya yang berada di tengah-tengah, membuat pemuda itu kesulitan untuk mendahului.

Aku yang melihat pemandangan itu jadi berpikir apa yang akan dilakukan pemuda itu. "Pemuda itu akan membunyikan bel sepedanya dan melewati nenek itu," tebakku. Kenyataan ternyata tidak seperti yang kubayangkan.

Dengan pelan-pelan pemuda itu tetap berada di belakang si Nenek dan tidak membunyikan bel sepedanya. Sampai akhirnya si Nenek menyadari ada seseorang di belakangnya dan dia telah menghambat jalan orang lain.

Dengan membungkukkan badannya berkali-kali sambil meminta maaf(kebiasaan yang sering kulihat pada orang Jepang), dia menepi dan memberi jalan untuk pemuda itu. Dan berlalulah pemuda itu dengan anggukan balasan tanpa kudengar suara omelannya.

Pernah pula saya dan beberapa teman berjalan di trotoar yang lebarnya mungkin hanya 2 meteran, tetapi kami berjalan berjejer sambil mengobrol. Seakan-akan itu jalan milik kami dan tidak ada orang lain yang akan menggunakannya. Atau karena kami tidak mempunyai pikiran untuk berjalan agak ke pinggir dan membaginya untuk orang lain, walaupun saat itu tak ada orang yang lewat.

Entahlah, mungkin saat itu di kepala kami tak ada pikiran seperti itu karena asyik mengobrol? Tiba-tiba ada orang berkata, "Sumimasen sumimasen..." Seseorang meminta maaf (permisi) untuk dapat melanjutkan perjalanannya yang terhalang oleh kami. Atau kekhawatiran menabrak salah seorang anak-anak kami yang berkeliaran dengan bebasnya. Tetapi orang itu bukan yang terakhir, masih ada yang merasa tidak enak untuk meminta jalan kepada kami.

Padahal mereka mempunyai hak yang sama atas jalan trotoar itu. Sama halnya dengan kami."Ah... sumimasen, gomen nasai...," kataku meminta maaf sambil menarik tangan anakku untuk menepi dan memberi jalan kepada orang yang sempat turun dari sepedanya. Dia berlalu sambil menganggukkan kepalanya disertai senyuman di bibirnya. "Duh...kok dia nggak marah, ya?" batinku. Padahal biasanya orang marah-marah kalau jalannya terhalang, dan dari jauh sudah membunyikan bel sepedanya nyaring-nyaring. Kadangkala malah keluar kata-kata umpatan yang tidak sedap didengar.

***
Di sekitar tempat tinggalku ini jarang sekali kudengar suara klakson mobil ataupun bel sepeda berdering-dering. Kenapa ya? Apakah mereka sudah sampai pada tahap yang namanya manusia beradab? Atau karena begitu patuhnya pada peraturan? Atau tenggang rasa pada sesama sudah mengakar dalam kehidupan mereka? Atau mereka tidak sudi dianggap orang bermasalah karena membunyikan klakson atau bel? Orang Jepang terkenal sangat patuh pada peraturan. Itukah jawabannya?

"Eh, kenapa ya orang-orang ngga ada yang bunyiin klakson?" tanyaku pada suami, yang kebetulan orang Jepang. "Ngapain bunyiin klakson? Kayak orang bermasalah aja? Nanti juga kan dapat gilirannya kalau mau jalan?" suamiku malah balik bertanya. Memang kulihat lalu lintas di Jepang teratur, yang jalan lurus sudah ancang-ancang dari jauh memilih jalur lurus, begitu juga yang ingin belok mengambil jalur sisi jalan agar tak menghalangi mobil yang akan jalan lurus. Mobil yang akan belok kanan akan mendahulukan pengendara yang berlawanan arah, baik itu yang jalan lurus ataupun yang belok kiri.

***
Kemarin sewaktu aku dan teman-temanku ketinggalan bis, kami duduk di sembarang bangku yang berjejer di halte itu. Masih ada waktu 10 menit lagi untuk keberangkatan bis berikutnya. Kami ngobrol sana sini, hingga tak terasa sudah banyak orang yang mulai berdatangan. Mereka hanya melihat sekilas kepada kami dan tetap berdiri, padahal masih banyak bangku yang kosong. Karena yang duduk hanya aku dan anaknya temanku. Sedangkan temanku berjongkok menghadap anaknya dan satu temanku lagi berdiri di belakang kami.

"Heh...! Kok ada perasaan tak enak ya?" batinku ketika aku melihat seorang nenek berdiri tak jauh dari kami. Tentu saja nenek itu dan orang-orang yang ada di situ tak bisa maju karena biarpun di depan kami masih kosong, tetapi karena kami yang ada di sana lebih dulu, maka mereka akan berada di belakang kami.

Segera aku mengajak teman-temanku maju ke depan mendekati tempat naiknya bis. Barulah nenek itu dan yang lainnya ikut maju dan duduk di bangku yang tadi kami duduki. Aku menganggukkan kepala dan meminta maaf, "Sumimasen.. ." Nenek itu hanya tersenyum sambil mengangguk.

Tak ada kesan marah atau sinis. Anggukan kepala dan senyum, tanpa ada kata-kata umpatan atau omelan malah membuat kita malu sendiri dan sadar telah berlaku ceroboh. Nenek tersebut seolah berusaha memahami kami.

Dari beberapa contoh di atas, aku merasa ada sebuah kekaguman pada orang Jepang. Mereka yang terkenal dengan sifat individunya, ternyata masih bisa berusaha memahami perasaan orang lain. Dengan caranya, mereka akan tersenyum sambil menganggukkan kepala. Seolah memberi tanda bahwa tak ada hal yang perlu dirisaukan oleh si pihak lawan akan sikap salahnya. Sesuatu yang kadang masih sulit aku terapkan. Yaitu berusaha memahami perasaan orang lain.

Karena dari rasa saling memahami inilah akan timbul keinginan saling bekerjasama. Yang kemudian akan berlanjut menjadi mendahulukan kepentingan orang lain, tingkatan yang tertinggi dalam jalinan ukhuwah. Hingga terjalin rasa saling cinta kasih.

Entah cerita di atas berhubungan atau tidak, tapi dengan kejadian tersebut, kini aku mulai berusaha agar dapat memahami orang lain. Aku berharap dengan berusaha memahami orang lain, dapat meningkatkan diri ke arah insan yang bisa mendahulukan kepentingan orang lain.
Logo Design by FlamingText.com
Logo Design by FlamingText.com